5 Cara Meningkatkan Kesehatan Bangunan

Ilustrasi (Foto by Jeffrey Czum in Pexels)

Bangunan berpenyakit bukan hanya membuat para penghuninya tidak nyaman dan jatuh sakit. Lebih dari itu, produktivitas merupakan taruhan terbesar bagi orang-orang yang tinggal di di dalamnya.

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan agar bangunan yang kita huni menunjang kesehatan warganya? Dilansir dari National Geographic, berikut lima aspek bangunan sehat yang perlu kita usahakan.

Perhatikan Asupan Udara
Pastikan ventilasi di bangunan kita berfungsi dengan baik dan bisa menyuplai udara bersih. Ventilasi buruk menjadikan udara yang kita hirup terjebak di dalam ruangan. Para ilmuwan sendiri menilai masalah utama dalam ventilasi buruk adalah tingkat kelembaban dan konsentrasi karbon dioksida yang tinggi. Dampaknya, para penghuninya akan merasa pengap dan mudah lelah.

Pergunakan Cahaya Alami
Para penghuni bangunan di kota besar umumnya mengeluhkan ruangan yang gelap bak kuburan. Beruntung, saat ini, banyak desainer memanfaatkan teknik pencahayaan yang lebih alami, seperti: lampu dim dan pengatur waktu. Selain menghemat energi, cara ini ternyata membuat penghuni ruangan lebih bahagia dan produktif.

Teknik pencahayaan alami ini menggunakan Ritme Sirkadian yang memanfaatkan siklus harian tubuh dalam merespon cahaya luar ruangan. Misalnya saja, cahaya bernuansa biru ideal untuk sebuah kamar tidur lantaran warnanya netral dan menenangkan. Hal ini membuat tidur penghuninya lebih nyenyak pada malam hari.

Perbanyak Desain Aktif
Memperbanyak ruang dengan desain aktif mampu meningkatkan kesehatan penghuninya. Tipe desain ini memunculkan kembali area yang membuat orang lebih banyak bergerak. Misalnya saja desain tangga yang menghadap dinding jendela. Hal ini menampilkan kesan cerah dan mengundang orang-orang untuk melewatinya. Umumnya, desain ini didukung oleh taman-taman yang canti dan terawat.

Implementasi desain aktif sendiri terkait dengan meningkatnya penyakit yang diakibatkan oleh obesitas. Fenomena ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas penghuni bangunan di dalamnya. Usaha desainer bangunan yang merancang tangga yang aman dan nyaman turut mengatasi obesitas dan penyakit terkait.

Tarik Suasana Luar Ruangan ke Dalam Bangunan
Cara ini disebut Biofilia, yaitu memasukkan unsur alam ke dalam ruangan sebuah bangunan. Misalnya saja dinding yang ditumbuhi tanaman di permukaannya mampu membuat orang relaks sekaligus meningkatkan kesehatan mentalnya. Terlebih, keberadaan tanaman membantu membersihkan udara ruangan serta membuatnya terasa sejuk dan alami.

Cara lainnya untuk mengintegrasikan alam dan bangunan berjuluk Biomimikri. Teknik ini meniru cara makhluk hidup lainnya untuk memecahkan masalahnya secara alami. Misalnya saja, sistem pendingin ruangan yang meniru aliran udara sarang rayap, kipas berefisiensi tinggi berdasarkan sirip ikan paus, serta cat dan pelapis tahan kotoran yang meniru model daun teratai. Menariknya, cara ini justru menggunakan logika desain sederhana tanpa butuh perangkat berteknologi tinggi.

Bangun Ketahanan Bangunan
Terakhir dan cukup penting, sebuah bangunan harus aman dan menunjang kesehatan penghuninya, termasuk dalam kondisi bencana dengan variasi yang cukup lebar. Dalam hal ini, sebuah bangunan harus mampu berfungsi pada bencana skala lokal, seperti: gempa atau tanah longsor, dan juga skala global seperti perubahan iklim. Sebuah pengalaman pahit terjadi pada sebuah rumah sakit di Boston, Amerika. Kala Badai Katrina menyergap, staf rumah sakit harus menggunakan furnitur untuk memecahkan jendela dan membuka ventilasi. Seharusnya, dalam kondisi seperti ini, bangunan bisa tetap aman bagi penghuninya.***

0 Comments

No Comment.