5 Langkah Mitigasi HVAC untuk Hadapi COVID19

Ilustrasi (Foto: Yasin Emir Akbas – Pexels)

Banyak orang yang memiliki pertanyaan dan kekhawatiran tentang COVID19, khususnya terkait dengan sistem ventilasi dan pendingin ruangan pada bangunan kita. Faktanya, wabah ini berkembang begitu cepat, sehingga belum ada studi ilmiah terkait penyebaran Corona melalui sistem HVAC ini. Meskipun demikian, penting untuk mengetahui beberapa fakta terkait pandemi yang hampir setahun berada di bumi ini, terutama yang berkaitan dengan sistem HVAC di bangunan kita.

Dilansir dari Aristair, sampai saat ini tidak ada bukti bahwa COVID19 ditularkan melalui sistem ventilasi dan pendingin ruangan berbasis pipa. Umumnya, virus menular melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Pada tingkatan yang lebih rendah, infeksi terjadi karena seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus.

Meskipun demikian, para ahli menyatakan bahwa secara teori COVID19 bisa ditularkan melalui airborne. Artinya, virus bisa tetap berada di udara dalam jangka waktu dan kondisi tertentu serta menginfeksi saluran pernafasan ketika terhirup oleh manusia. Hal ini juga memungkinkan beberapa partikel untuk masuk ke sistem distribusi udara. Namun, para ahli yakin risiko penularan melalui cara ini cukup kecil.

Oleh karena itu, penting untuk memahami taktik mitigasi yang memungkinkan kita mampu menekan kontaminasi COVID19 terkait sistem ventilasi dan pendingin bangunan kita. Taktik ini pun harus menjadi bagian dari rencana yang lebih komprehensif, termasuk pencegahan melalui penularan utama COVID19: kontak dengan orang yang terinfeksi dan permukaan yang terkontaminasi.

Lima strategi mitigasi COVID19 potensial terkait sistem ventilasi dan pendingin ruangan, antara lain:

Gunakan Filter dengan Efisensi Tinggi

Menggunakan filter dengan efisiensi yang lebih tinggi untuk menangkap partikel kecil semisal virus dan menghilangkannya dari aliran udara di ruangan kita. Cara ini memang tidak bisa menghilangkan risiko sepenuhnya. Terlebih lagi, karena virus Corona sangat kecil dan memungkinkan melewati filter dengan efisiensi tertinggi sekali pun. Namun, bisa jadi langkah pencegahan pertama yang memungkinkan untuk dicoba.

Meskipun demikian, ada tiga hal yang harus kita pertimbangkan ketika menambah saringan udara pada sistem ventilasi dan pendingin ruangan kita. Pertama, filter berefisiensi lebih tinggi membuat lebih sedikit aliran udara yang mengalir. Dampaknya, sistem ini lebih sulit untuk mendinginkan ruangan kita.

Kedua, sistem HVAC kita juga akan bekerja lebih lama untuk mencapai suhu tertentu. Hal ini akan menyebabkan lebih banyak energi listrik dan kehausan pada kipas. Ketiga, lebih banyak debu dan kotoran yang terperangkap pada filter, sehingga harus lebih sering diganti.

Pasang Sinar UV dan Ionisasi

Pasang juga teknologi sinar ultra-violet atau pembersih udara berbasis ionisasi untuk membunuh dan menonaktifkan mikroba, termasuk virus. Menurut ASHRAE yang dilaporkan dalam ACHRnews, intensitas panjang gelombang dan lamanya pemaparan sinar ultra-violet yang tepat dapat membunuh 90 persen mikro organisme yang hidup di saluran udara. Meskipun demikian, penting untuk diketahui bahwa teknologi ini belum terbukti efektif membunuh virus penyebab COVID19.

Adapun pembersih udara berbasis ionisasi juga efektif menghancurkan partikel apa pun yang berhasil menembus filter pada saluran udara. Cara ini juga terbukti efektif mampu menghancurkan partikel virus Corona. Oleh karena itu, pembersih udara berbasis ionisasi termasuk opsi yang patut dipertimbangkan.

Tingkatkan Kelembapan Udara

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tingkat kelembapan udara yang tinggi pada ruangan dapat membantu menon-aktifkan virus. Sebaliknya, virus Corona bisa berkembang dan bertahan pada waktu yang lebih lama pada ruangan dengan kelembapan rendah. Menurut penelitian, kelembapan tinggi dapat merusak membran luar virus. Selain itu, selaput lendir manusia yang lembap mampu meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan virus.

Meskipun demikian, penting untuk menjaga kelembapan pada tingkat yang wajar. Kelembapan yang terlalu tinggi justru bisa merusak perabotan yang terbuat dari kayu. Manfaatkan juga teknologi humidifikasi untuk menjaga kelembapan ruangan pada tingkat optimal.

Tingkatkan Ventilasi

ASHRAE juga merekomendasikan untuk meningkatkan ventilasi ke dalam ruangan. Hal ini membantu melemahkan partikel virus di bangunan kita. Pada banyak gedung, tidak mudah untuk selalu membuka jendela kita. Oleh karena itu, optimalkan sistem ventilasi dan pendingin ruangan kita agar mampu menyuplai lebih banyak udara ke bangunan kita. Dalam hal ini, konsultasikan dengan ahli di bidang HVAC.

Sanitasi Komponen HVAC

Proses Membersihkan sistem HVAC kita membantunya tetap beroperasi secara efisien, mengonsumsi lebih sedikit energi listrik, dan menjaga suku cadang tetap awet dan baik. Manfaat lainnya, bila kita membersihkan koil kondensor, saluran udara, dan komponen sistem lainnya membantu menghilangkan partikel virus. Meskipun demikian, sanitasi komponen sistem tidak memberikan perlindungan jangka panjang terhadap partikel virus pada masa yang akan datang.***

0 Comments

No Comment.