Area Hijau Tingkatkan Sistem Imunitas Tubuh Anak

Ilustrasi (Foto: Scott Web – Pexels)

Anak-anak yang bermain di area hijau dan semak belukar untuk waktu satu bulan ternyata mampu membangun sistem imunitas yang lebih baik. Demikian sebuah eksperimen kecil di sebuah penitipan anak di Finlandia baru-baru ini. Para pekerjanya menanam rumput dan semak hutan di area bermain lalu mengizinkan anak-anak beraktivitas di atasnya. Hal ini berbeda dari lazimnya penitipan anak di Finlandia yang beralaskan ubin.

Dilansir dari Science Alert, penelitian ini membandingkan mikroba lingkungan yang ada di halaman 10 penitipan anak yang berbeda di perkotaan. Mereka merawat 75 anak berusia antara 3 hingga 5 tahun. Lalu, empat pekarangan diubah dengan menanam rumput dan semak hutan pada area bermainnya. Adapun sisanya dibiarkan sebagaimana adanya.

Selama 28 hari berikutnya, anak-anak pada empat penitipan anak diberi waktu untuk bermain di area berumput dan bersemak. Lalu, tingkat mikrobiota kulit dan usus mereka diuji dan dibandingkan sebelum dan sesudah percobaan. Hasilnya, para peneliti menemukan hasil mikrobiota yang lebih baik dan beragam pada anak-anak ini. Kondisi ini terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih sehat dan menyeluruh.

Menurut Marja Roslund, peneliti lingkungan dari Universitas Helsinki, kondisi ini serupa dengan anak-anak yang kerap mengunjungi hutan setiap hari. Penelitian ini juga seperti memperkuat penelitian sebelumnya yang menunjukan indikasi yang sama terhadap sistem kekebalan tubuh anak. Meskipun demikian, para peneliti masih belum menemukan hubungan kausal yang jelas antara sistem kekebalan tubuh dan ruang hijau.

Finlandia sendiri merupakan salah satu negara yang pertama memanipulasi lingkungan perkotaan lalu menguji sistem kekebalan anak. Meskipun temuan ini belum menjawab hasil penelitian, tetapi temuan ini mendukung gagasan utama bahwa perubahan mikroba lingkungan berpengaruh terhadap mikrobioma pada anak dan memberikan bantuan sistem kekebalan mereka. “Ini mendukung anggapan bahwa kontak dengan alam mencegah gangguan pada sistem kekebalan, seperti penyakin autoimun dan alergi,” ungkap Aki Sinkkonen, ekologis lingkungan dari Universitas Helsinki.

Dalam kajian lingkungan, terdapat istilah “Hipotesis Keanekaragaman Hayati”. Istilah ini merujuk pada konsep bahwa lingkungan yang kaya makhluk hidup berdampak pada kekebalan tubuh manusia. Hilangnya keanekaragaman hayati di daerah perkotaan justru turut menurunkan kekebalan tubuh dan meningkatkan jumlah kasus akibat penyakit terkait kekebalan tubuh.

Meskipun terbilang kabar baik, tetapi hasil penelitian ini perlu diverifikasi dengan studi yang lebih besar di seluruh dunia. Faktor pengubah sistem kekebalan tubuh juga masih belum jelas. Mengingat, kompleksitas dunia nyata sangat sulit untuk mengontrol faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan kita. Terlebih lagi, literatur yang tersedia tentang hubungan antara ruang hijau dan gangguan kekebalan tubuh juga tidak konsisten.

Walaupun belum ada kejelasan, tetapi ikatan dengan alam sejak kecil bagus untuk membangun masa depan ekosistem bumi. Pasalnya, sebuah studi juga menunjukkan anak-anak yang menghabiskan waktu di luar ruangan lebih cenderung ingin menjadi pecinta lingkungan saat dewasa. Pada dunia yang cepat berubah ini, perspektif anak-anak tersebut jadi lebih penting dari sebelumnya.***

0 Comments

No Comment.