Bagaimana cara menghitung suplai udara luar ke dalam ruangan?

Salah satu parameter utama dalam mencegah penularan Covid-19 adalah ventilasi. Ventilasi adalah masuknya udara luar ke dalam ruangan, baik secara alami maupun melalui sistem mekanik/AC.

Harvard TH Chan School of Public Health telah mengeluarkan dokumen ringkas yang berisi petunjuk untuk menghitung suplai udara luar ke dalam ruangan. Dokumen dari Harvard ini dibuat khusus untuk sekolah, tetapi sebenarnya bisa digunakan untuk semua jenis ruangan/bangunan, selama ruangan tersebut bisa dikategorikan sebagai satu zone.

Artikel ini meringkas isi dokumen itu, serta mengadaptasinya sesuai dengan kondisi di Indonesia. Silakan ikuti artikel ini, dan kemudian baca dokumen tersebut. Bila ada pertanyaan, silakan kontak kami.

Petunjuk cara menghitung suplai udara luar

Dokumen ini menuliskan petunjuknya dalam lima langkah:

  1. Ukur dimensi ruangan
  2. Lakukan pemeriksaan audio dan visual ke seluruh bagian ruangan.
  3. Ukur atau estimasi laju suplai udara luar dengan menggunakan empat pilihan cara.
  4. Bandingkan hasil pengukuran/estimasi dengan target/kriteria.
  5. Bila diperlukan, tambahkan strategi pembersihan udara untuk mencapai target/kriteria.

Pilihan cara perhitungan suplai udara luar

Untuk Langkah 3, ada empat pilihan cara perhitungan suplai fresh air:

Opsi A: dilakukan pengukuran semburan udara melalui ventilator (fan dinding) dengan balometer. Ini cocok untuk ruangan yang dilengkapi dengan fan dinding. Balometer bisa digantikan dengan cerobong (hood) yang dibuat sendiri, misalnya dari styrofoam, dibantu dengan anemometer.

Opsi B: dilakukan pengukuran semburan udara yang keluar melalui diffuser di dalam ruangan dengan menggunakan balometer, dan pengukuran rasio udara luar di dalam AHU (air handling unit). Ini cocok untuk ruangan yang memakai sistem AC sentral.

Opsi C: dilakukan injeksi gas CO2 ke dalam ruangan sampai konsentrasi tertentu (ruangan dalam keadaan kosong/tidak ada penghuni), dan kemudian konsentrasinya dibiarkan meluruh sampai mencapai kondisi ambien. Ini cocok dilakukan untuk semua jenis ruangan, terutama ruangan dengan jendela/pintu terbuka.

Opsi D: dilakukan pengukuran CO2 dalam keadaan ruangan berpenghuni dengan kapasitas penuh. Ini cocok dilakukan untuk seluruh jenis ruangan.

Berdasarkan klasifikasi ruangan di Indonesia, maka berikut rekomendasi kami mengenai pilihan cara menghitung suplai udara luar:

  1. Ruangan tanpa AC, dengan/tanpa fan dinding: gunakan Opsi C dan Opsi D.
  2. Ruangan dengan AC split/VRF: ruangan ini tidak punya suplai udara luar, jadi jendela/pintu harus dibuka sebagai jalur ventilasi. Tetapkan konfigurasi bukaan jendela/pintu (jendela/pintu yang mana, dibuka seberapa lebar). Konfigurasi ini tidak boleh berubah selama ruangan beroperasi. Gunakan Opsi C dan Opsi D untuk menghitung suplai udara luar.
  3. Ruangan dengan AC sentral: Gunakan Opsi B. Kalau perlu, verifikasi dengan Opsi C dan D.

Kami memang tidak merekomendasikan Opsi A, karena akurasinya tidak terlalu bagus dengan konfigurasi ruangan seperti di Indonesia.

Selengkapnya:

0 Comments

No Comment.