Bagaimana Sebuah Universitas di Belanda Mengatasi Gelombang Panas

Gelombang panas merupakan peristiwa meningkatnya suhu secara drastis dibandingkan dengan suhu normal daerah tersebut. Peristiwa ini sedang berlangsung di berbagai negara eropa barat seperti Belgia (41.8 oC), Inggris (38.7 oC) dan Jerman (42.6 oC). Para peneliti dari Eindhoven University of Technology (TU/e) di Belanda memberikan solusi-solusi yang dapat mengurangi efek gelombang panas dan solusi ini bisa kita gunakan untuk mengurangi peningkatan suhu di daerah perkotaan Indonesia.

Peningkatan suhu secara drastis dari suatu daerah perkotaan diperburuk oleh efek Urban Heat Island. Efek ini muncul jika daerah perkotaan secara umum lebih panas daripada daerah pedesaan dikarenakan padatnya aktivitas manusia. Penyebab utama dari efek ini adalah perubahan alih fungsi lahan. Diperkirakan pada tahun mendapat masalah efek ini akan terus memburuk dikarenakan perkembangan penduduk dan kebutuhan lahan yang terus meningkat.

Untuk menanggulangi masalah ni TU/e melakukan beberapa percobaan seperti membangun sebuah rumah eksperimental yang bernama House of Tomorrow Today (HoTT). Rumah eksperimental yang diprakarsai oleh profesor Jos Lichtenberg, merupakan rumah dengan konsep active house. Semua bagian jendela memiliki sistem proteksi matahari, sistem ventilasi yang dapat mengatur Co2, H2O, dan udara, dan setiap ruangan dapat dikontrol secara terpisah. Rumah ini menggunakan panel surya dengan luas 95 m2 yang dapat menghasilkan energy sebesar 15 MWh digunakan untuk pemanas ruangan, dan keperluan domestik. Pendingin dan pemanas rumah ini menggunakan air and water heat pump dengan sumber listrik berasal dari panel surya. Jika HoTT direalisasikan pada kehidupan sehari hari dapat mengurangi kebutuhan pembangkit listrik tenaga batubara, mengurangi penggunaan AC untuk mendinginkan ruangan, dan meningkatkan kualitas hidup dan kenyaman.

Sumber:

  1. Europe Heat Wave
  2. House of Tomorrow Today
  3. Foto: Fighting heat stress at TU/e
1 Comments
Avatar for Kinerja
Kualitas udara Indonesia – Kinerja 1 August 2019
| |

[…] langsung terhadap timbulnya penyakit pada penghuni, dimulai dari asma hingga sindrom SBS (https://www.kinerja.org/b/sick-building-syndrome/), serta mengurangi produktifitas dan efisiensi kerja […]