Bangunan Tidak Nyaman? Perhatikan 5 Hal ini!

Ilustrasi (Foto: Jeffrey Czum – Pexels)

Seringkali, kita mendapati bangunan di bawah lima tahun yang sudah banyak menimbulkan masalah. Biasanya, cacat struktur seperti ini lantaran konstruksi dan desain yang buruk. Retakan pada dinding dan lantai, rembesan air, serta dinding plester yang terkelupas merupakan masalah struktur. Kondisi ini tidak saja membuat penghuninya gelisah dan tidak nyaman, tetapi juga turut mempengaruhi nilai properti kita.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa bangunan secara berkala. Usaha ini membantu kita memastikan bahwa bangunan yang kita gunakan kuat, nyaman, sekaligus aman. Dilansir dari Proptiger.com, berikut ini 5 hal yang perlu kita perhatikan dari bangunan kita.

Pondasi Lemah

Pondasi merupakan akar setiap rumah. Oleh karena itu, penting untuk memastikan kondisi pondasi kita. Bagaimana pun, bangunan yang sehat secara struktural memiliki rangka pondasi dan atap yang kompak. Adapun tanda pondasi yang buruk pada bangunan dapat terlihat pada jendela dan pintu yang tidak bisa terbuka dan tertutup sempurna, beton runtuh atau mengelupas, ada retakan atau celah pada bangunan, terdapat bidang miring pada lantai atau dinding, serta terdapat kendur atau tekuk pada lantai dan dinding pondasi. Selain itu, perhatikan juga tanaman di sekitar bangunan kita. Keberadaan pohon di dekat bangunan berpotensi mengganggu kestabilan pondasi dan saluran air bangunan kita.

Retak Dinding

Variasi kelembaban dan suhu kerap menimbulkan ekspansi dan penyusutan beton yang berujung pada retakan struktur bangunan. Beberapa retakan kecil biasanya berisfat statis, tidak terdeteksi, dan terbilang aman. Namun, kita harus waspada bila retakan halus tersebut terus melebar selama beberapa waktu yang berpeluang merusak pondasi. Jumlah retakan di beberapa ruangan bisa menjadi indikasi masalah struktur utama yang membutuhkan intervensi ahli.

Masalah Pipa

Rusaknya sistem perpipaan bisa disebabkan oleh bahan baku yang berusia pendek atau inkompatibel untuk digunakan serta instalasi dan perlengkapan pendukung yang salah. Kerusakan ini berpeluang menyebabkan tersumbatnya saluran air atau bocornya toilet dan pancuran. Kontaminasi jamur juga merupakan dampak lanjutan dari kerusakan sistem perpipaan. Dalam hal ini, kita harus meminta teknisi yang kompeten untuk mengecek kondisi pipa dan mencari kerusakannya serta mengevaluasi kebocoran air menggunakan pengukur kelembaban.

Instalasi Kabel Listrik Tidak Tepat

Pemasangan instalasi listrik yang tidak tepat berpeluang menyebabkan daya berkurang dari seharusnya. Selain itu, kurangnya perlindungan terhadap instalasi listrik serta penggunaan energi yang berlebihan bisa menyebabkan koneksi kabel menjadi berbahaya. Dalam hal ini, sewalah teknisi inspeksi listrik yang mampu melakukan audit terhadap kabel yang terbakar, sirkuit yang menyatu, dan lain sebagainya. Cek juga sistem pendingin ruangan yang tidak memadai lantarai cacat pada produk.

Cacat Lantai

Ubin yang renggang pada lantai bisa menyebabkan air merembes dari bawah pondasi. Masalah lainnya yang terindentifikasi antara lain lantai kayu yang melengkung dan pelebaran retakan ubin. Kasus ini menunjukkan kerangka lantai yang tidak tepat, sehingga mengurangi kenyamanan bangunan.***

0 Comments

No Comment.