Berkebun di dalam Rumah? Inilah Saatnya!

Ilustrasi (Foto: Karolina Grabowska – Pexels)

Karantina wilayah, bekerja di rumah, dan tubuh yang kangen bergerak. Tiga hal tersebut bisa jadi alasan kita untuk mulai bercocok tanam di dalam rumah. Yah, ruangan di rumah kita bisa jadi tempat untuk menumbuhkan tanaman. Meskipun tidak mudah, tetapi hasilnya bisa jadi berkelanjutan dan lezat.

Dilansir dari GreenMatters, tanaman di dalam ruangan memberikan kita sudut ruangan yang hijau dan enak dipandang mata. Manfaat lainnya, tanaman dari jenis sayuran bisa jadi pilihan panganan yang segar, organik, dan menyehatkan. Kegiatan berkebun di rumah sendiri bisa menjadi hobi yang menyenangkan dan menyehatkan mental.

Penelitian menunjukkan mereka yang berkebun mampu meningkatkan rasa kepuasan hidup, kesejahteraan, mengurangi stres, dan membangun fungsi kognitif. Berkebun di rumah juga mampu mengurangi rasa marah, kelelahan, depresi, dan keemasan. Ditambah lagi, semakin banyak tanaman di rumah membuat ruangan kita lebih kaya oksigen.

Untuk memulainya, kita bisa mencobanya dengan menanam sayuran dari biji atau sisa makanan. Benih sayuran yang berbentuk biji sendiri bisa tinggal ditabur di media tanam dalam pot dan tempatkan di sudut yang terpapar sinar matahari. Sedangkan tumbuhan dari sisa makanan bisa kita tumbuhkan dengan berbagai metode. Dalam hal ini, cobalah untuk menengok caranya melalui mesin pencari, mulai coba, dan nikmati prosesnya.

Perlu juga untuk menentukan sayuran terbaik bagi lingkungan di rumah kita. Hal ini terkait dengan media tanam, wadah tanaman, serta kondisi ruangannya. Semakin besar tanamannya, tentunya semakin membutuhkan wadah yang besar dan media tanam yang lebih banyak. Sedangkan tanaman-tanaman untuk musim kemarau sangat cocok dengan ruangan yang terpapar sinar matahari dan kelembaban yang cukup tinggi.

Perhatikan juga bagaimana cara tanaman tumbuh. Beberapa tumbuhan yang menjalar seperti mentimun dan waluh tentunya memerlukan area perambatan. Tumbuhan berumbi seperti lobak dan wortel membutuhkan wadah tanam yang lebih dalam. Tanaman yang memerlukan penyerbukan seperti tomat tentunya perlu dihinggapi serangga, atau kita bisa melakukannya secara mandiri. Tanaman sayuran hijau yang butuh sedikit sinar matahari merupakan tumbuhan ideal untuk ditanam di rumah kita. Beberapa di antaranya: kangkung, bayam, pakcoy, dan selada.

Tanaman herba cenderung lebih mudah tumbuh dalam ruangan. Umumnya, tanaman ini berupa rumput, dapat sering dipanen, dan kebutuhan ruangnya minim. Daun kemangi, daun bawang, dan daun mint merupakan pilihan yang tepat. Adapun rosemary dan daun salam lebih menantang untuk ditanam dan dirawat.

Selanjutnya, tentukan area tanam di dalam ruangan. Pilihlah tempat yang memiliki cahaya yang paling banyak. Namun, hindari area di sekitar jendela lantaran berpeluang merusak tanaman bila terlalu banyak terpapar sinar matahari. Disarankan untuk menaruhnya di tempat yang agak lapang dan sesuai dengan besaran wadah tanamnya. Tanaman-tanaman yang lebih kecil cocok untuk menghiasi meja dapur. Namun, tanaman yang besar perlu ditempatkan khusus di ruang santai atau ruang tamu.

Proses penyiraman dan pemupukan termasuk yang menantang pada aktivitas berkebun di dalam ruangan. Setiap tanaman membutuhkan kadar air yang berbeda-beda. Selain itu, udara dalam ruangan yang terlalu kering dan pengap juga bisa menguapkan air pada tanaman. Dalam hal ini, pastikan tanah dan tanaman kita mendapatkan air yang sesuai.

Pupuk dan kompos juga punya peran besar untuk menyuburkan tanaman. Dianjurkan untuk memberikan kompos dan pupuk yang halus, termasuk dari sisa bahan makanan di ruamh kita, seperti: kulit telur, bubuk kopi, dan sisa sayuran. Campurkan semuanya dengan lembut ke dalam tanah.

Cukup mudah, bukan? Nah, sekarang, mulailah merancang tanaman yang cocok untuk rumah kita dan tumbuhkanlah dengan baik. Selamat berkebun dalam rumah!***

0 Comments

No Comment.