Building Management Systems (BEMS)

Mengelola energi dan seluruh keperluan dalam bangunan maupun itu rumah pribadi atau gedung perkantoran secara efisien dan cerdas dapat memberikan manfaat yang cukup besar. Building Energy Management System (BEMS) adalah metode mutakhir dalam mengamati dan mengontrol kebutuhan energy dalam sebuah bangunan. contoh fungsi BEMS untuk keperluan pemanas, ventilasi, dan air conditioning (HVAC) serta keperluan lain yang memerlukan energy listrik seperti sistem keamanan dan penerangan.

Berdasarkan data yang diberikan oleh Direktur Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ), pusat perbelanjaan di jakarta rata-rata menggunakan listrik sebesar 297 KWh/m2, hotel rata-rata 293 KWh/m2, perkantoran rata-rata 240 KWh/m2, dan rumah sakit rata rata 270 KWh/m2, jumlah penggunaan listrik rata-rata pada berbagai fasilitas gedung ini ternyata lebih besar dibandingkan penggunaan listrik di jepang. 

Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta adalah melakukan pemadaman lampu selama satu jam untuk gedung gedung pemerintahan tertentu. Tujuan dari tindakan ini supaya masyarakat dapat menerapkan pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran. Permasalahan yang muncul adalah pemerintah menanggapi permasalahan listrik dengan pemadaman lampu rutin dan target pemadaman lampu adalah masyarakat umum dan perkantoran, seharusnya yang dikurangi adalah pemakaian listrik di pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan hotel.


Dengan demikian teknologi BEMS sangat tepat untuk mengurangi masalah penggunaan listrik, terutama untuk bangunan besar yang memiliki jaringan listrik tergolong rumit. BEMS dapat mengontrol dan memonitor seluruh fungsi bangunan, sehingga dapat mengoperasikan seluruh fungsi gedung secara efisien. Salah satu perbedaan utama dari teknologi BEMS adalah seluruh fungsi satu gedung atau beberapa gedung dapat dimonitor dan dikontrol oleh satu unit operasi.

Dalam praktiknya, gedung pusat dapat menerima informasi suhu dari sebuah ruangan di rumah sakit dan apakah ruangan tersebut digunakan atau tidak, gedung pusat dapat memberikan keputusan untuk mengurangi fungsi AC untuk bagian ruangan yang tidak dibutuhkan.

Dengan algoritma dan sensor yang cukup, gedung pusat ini dapat mengontrol seluruh fungsi berbagai gedung sehingga berpotensi mengurangi penggunaan energy seluruh gedung yang dikontrol.

Sumber:

  1. https://indopos.co.id/read/2018/03/24/132297/jakarta-dinilai-kota-boros-listrik
  2. https://www.climatetechwiki.org/technology/jiqweb-bems
0 Comments

No Comment.