Hati-Hati, Virus Menyebar Lebih Tinggi di Pusat Kebugaran!

Ilustrasi (Foto: Karolina Gabrowska – Pexels)

Berolahraga di sebuah pusat kebugaran (Gym) bukanlah hal bijak selama pandemi ini. Pasalnya, risiko penyebaran wabahnya terlalu tinggi lantaran virus ini menyebar lebih cepat di ruangan yang terbatas. Di seluruh dunia, virus ini menyebar lebih cepat melalui fasilitas umum yang digunakan secara bergantian.

Demikian kesimpulan Dr. Richard Corsi melalui akun Twitter-nya ketika menanggapi 51 kasus baru dalam sepekan yang terjadi di Kanada. Kasus-kasus tersebut terkoneksi dengan sebuah pusat kebugaran di negara tersebut. Menurut Corsi, hasil simulasinya menunjukkan bahwa sebuah pusat kebugaran berpotensi menularkan COVID19 lebih masif.

Dalam simulasinya, Dekan Sekolah Tinggi Teknik dan Ilmu Komputer Maseeh ini mendefinisikan Infector X sebagai orang yang menularkan COVID19 di sebuah restoran di Tiongkok. Istilah “Restoran di Tiongkok” sendiri dipilih lantaran negara tersebut memiliki penyebaran wabah yang signifikan dibandingkan negara lainnya di dunia.

Jika Infector X ditempatkan di sebuah pusat kebugaran sebagai staf, berapa banyak virus yang terkandung dalam aerosol dan dihirup oleh seseorang di pusat kebugaran dibandingkan virus yang dihirup oleh pengunjung restoran di Tiongkok?

Aerosol sendiri merupakan partikel yang sangat kecil dalam liur dan cairan pernafasan. Seseorang yang mengalami COVID19, maka liur dan cairan pernafasannya mengandung virus Corona. Berbeda dengan droplet yang hanya jatuh dan menempel pada benda, Aerosol justru akan tertinggal di udara dalam durasi menit atau bahkan jam. Bahkan, Aerosol bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Corsi kemudian menganalisis metadata restoran di Tiongkok dan membandingkannya dengan fasilitas ventilasi dan filtrasi di sebuah pusat kebugaran di Amerika. Hasilnya, sebuah pusat kebugaran yang memenuhi standar ASHRAE bisa memiliki risiko penularan yang sama dengan Restoran di Tiongkok. Adapun pusat kebugaran dengan standar setengah dari ASHRAE memiliki resiko dua kali lebih besar.

ASHRAE sendiri merupakan standar bagi ventilasi dan kualitas udara dalam ruangan yang dapat diterima di bangunan berpenghuni. Standar ini mendefinisikan aturan dan kebutuhan minimum untuk sistem ventilasi dan selubung bangunan berpenghuni. ASHRAE sendiri berdiri pada 1959 dan memiliki kepanjangan American Society of Heating, Refrigerating and Air Conditioning Engineers. Perhimpunan ini merupakan hasil penggabungan dari American Society of Heating and Air-Conditioning Engineers (ASHAE) yang berdiri pada 1894 dan The American Society of Refrigerating Engineers (ASRE) yang berdiri pada 1904.

Kembali ke analisis Corsi tentang pusat kebugaran. Menurutnya, paparannya ini hanya menganalisis tentang transmisi partikel Aerosol dan tidak mencakup penularan melalui komunikasi jarak dekat. Dalam kicauannya itu, peraih gelar PH.D pada bidang teknik sipil di Universitas Kalifornia ini juga mengingatkan agar kita selalu waspada terhadap potensi penyebaran melalui aerosol tersebut. “Cari jalan untuk melakukannya (berolahraga) dalam lingkungan yang minim infeksi (COVID19) merupakan langkah cerdas,” himbau pemilik akun Twitter @CorsIAQ ini.***

0 Comments

No Comment.