Inikah 9 Masalah Sistem Ventilasi dan Pendingin Ruangan Kita?

Ilustrasi (Foto: Pixabay dari Pexels)

Pemeriksaan secara berkala terhadap sistem ventilasi dan pendingin di bangunan kita membantu menjaga performa perangkat dan menekan kerusakan pada sistem. Meskipun demikian, kita harus memahami penyebab masalah dalam sistem kita agar mampu menindaklanjutinya dengan segera dan tepat.

Disadur dari Aristair.com, setidaknya ada sembilan penyebab utama kegagalan fungsi Heat Ventilation Air Condition (HVAC) yang bisa kita identifikasi secara mandiri pada saat sedini mungkin. Kesembilan penyebab tersebut adalah sebagai berikut:

1. Unit Kondesor Terhalang

Sistem pendingin udara memiliki perangkat yang disebut unit kondensasi. Fungsinya, memastikan suplai udara ke dalam pendingin ruangan. Biasanya, unit ini terletak di luar atau di ruang mekanis. Masalahnya, unit ini kerap terhalang oleh dedaunan dan puing-puing di sekitar perangkat, atau bahkan terhalang barang-barang lainnya. Hal ini akan menghambat aliran udara ke pendingin ruangan yang berujung membuatnya menjadi panas. Oleh karena itu, bersihkan area di sekitar unit kondensasi untuk meningkatkan aliran udara ke pendingin ruangan.

2. Terhambatnya Aliran Udara

Pastikan aliran udara adem dari pendingin ruangan lancar hingga ke seluruh ruangan. Keberadaan funitur di depan pendingin ruangan justru membuatnya berumur pendek. Masalah ini umum di lingkungan perkantoran. Sebuah lemari atau furnitur besar ditempatkan di depan pendingin ruangan agar aliran udara tidak langsung menyembur ke ruangan. Alih-alih membuat ruangan nyaman, kebiasaan buruk ini justru mempercepat kerusakan pendingin ruangan.

3. Filter Tersumbat

Filter pada pendingin ruangan membantu menyaring debu dan kotoran. Di satu sisi, filter membantu menjaga peralatan dan saluran pendingin ruangan tetap berfungsi baik. Hanya saja, bila filter kelebihan beban dan tersumbat, kondisi ini justru akan menghalangi aliran udara dan merusak perangkat pendingin ruangan kita. Oleh karena itu, pastikan untuk mengganti filter pendingin ruangan kita secara berkala sesuai petunjuk pabrik dan penggunaan sistem ventilasi dan pendingin ruangan.

4. Sumbat dan Bocor di Saluran

Saluran pembuangan pendingin ruangan salah satu bagian yang kerap bermasalah. Salah satunya akibat sumbatan debu dari filter pendingin ruangan. Penyebab sumbatan lainnya juga terjadi lantaran hewan yang membangun sarang di saluran ini.

Selain sumbatan, saluran pembuangan juga rentan bocor. Bila hal ini terjadi, aliran udara akan berkurang, sehingga perangkat pendingin ruangan kita tidak optimal menyejukkan penghuninya. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa saluran udara secara rutin. Caranya, bisa dengan melakukannya secara mandiri atau juga menghubungi layanan yang lebih berpengalaman.

5. Masalah Termostat

Sekilas, bagian yang satu ini tampak sepele. Namun, kerusakan pada Termostat bisa menyebabkan masalah pada aliran udara ventilasi dan pendingin ruangan pada bangunan kita. Oleh karena itu, selalu cek fungsi alat ini, termasuk juga kekuatan baterainya. Baterai termostat yang lemah turut berkontribusi pada masalah aliran udara.

6. Kipas Lamban

Keberadaan kipas turut menentukan aliran udara pada sistem ventilasi dan pendingin ruangan di bangunan kita. Jika motor kipas terlalu lamban, maka tekanan arus udara pun melemah. Masalah lainnya, seringkali kipas banyak diselimuti oleh debu yang tebal. Kondisi ini turut memperlambat putaran kipas dan mengurangi aliran udara. Pada kasus ini, solusinya cukup sederhana: bersihkan kipas dari debu sebaik mungkin.

7. Bocornya Refrigeran

Kebocoran ini merupakan salah satu masalah paling umum dalam sistem ventilasi dan pendingin ruangan, terutama untuk sistem lama yang minim perawatan. Kondisi ini biasanya berdampak pada masalah aliran udara dan kurangnya pendinginan ruangan. Tingkat kebocoran yang lambat biasanya menurunkan kinerja perangkat secara bertahap. Bila hal ini terjadi, mintalah teknisi ntuk menguji kebocoran dan memperbaikinya.

8. Unit Pendingin yang Terlalu Besar

Masalah ini muncul dari salah kaprah pengguna yang berprinsip “Lebih besar, lebih baik”. Nyatanya, unit yang terlalu besar justru bisa jadi masalah tersendiri bagi sistem ventilasi dan pendingin ruangan pada bangunan kita. Unit dengan kapasitas yang terlalu besar tidak akan berfungsi secara efisien. Alih-alih membuat nyaman, justru membuat ruangan terasa pengap dengan kelembaban yang tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mengkonsultasikan kepada ahli desain sistem ventilasi dan pendingin ruangan untuk memilih sistem yang tepat.

9. Desain HVAC Ketinggalan Zaman

Masalah ini kerap terjadi pada bangunan yang mengalami renovasi tanpa memperbaharui sistem ventilasi dan pendingin ruangan. Dampaknya, tentu banyak masalah di atas akan terjadi. Pada titik ini, kita harus mulai berkonsultasi dengan ahli desain HVAC dan menata ulang sistem ventilasi dan pendingin ruangan di bangunan kita.***

0 Comments

No Comment.