Kenali Jamurnya, dan Enyahkan dari Bangunan Kita…

Ilustrasi (Photo by Monique Laats from Pexels)

Jamur dan kelembaban umum terjadi di negara bercuaca tropis seperti Indonesia. Kemarau dan hujan yang lembab sekaligus panas merupakan kondisi yang ideal bagi berdiasporanya organisme organik tersebut. Kehadirannya, bukan saja mengurangi fungsi bangunan, tetapi juga mengancam kesehatan penghuninya.

Disadur dari HappyHiller.com, jamur di udara bisa mengganggu kesehatan pernafasan. Dalam jumlah besar, jamur bisa menyebabkan asma, alergi, dan masalah pernafasan lainnya. Bahkan, dalam beberapa kasus neurologis, jamur bisa menyebabkan kematian.

Jamur sendiri dapat tumbuh tanpa terdeteksi selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Umumnya, organisme ini tumbuh di bagian yang memiliki kelembaban tinggi di bangunan kita, seperti: kamar mandi, dapur, serta ruang bawah tanah. Kebocoran di langit-langit bangunan, dinding yang merembes, serta sistem perpipaan merupakan area yang ideal untuk jamur bisa tumbuh dan berkembang biak.

Warna jamur sendiri bervariasi, mulai dari bercorak hitam, biru, hijau, hingga berwarna merah. Teksturnya pun bervariasi, mulai dari kering, basah, hingga berlendir. Organisme ini mengawali pertumbuhannya dalam bentuk bulu halus putih atau bubuk putih. Umumnya, jamur tumbuh pada material organik, seperti: kayu, kertas, kulit, tekstil, dinding, serta langit-langit. Bila dibiarkan, seiring berjalannya waktu, bentuk dan warna jamur akan berubah menjadi nuansa kuning, cokelat, dan bahkan hitam.

Sampai saat ini, ada berbagai macam jamur dalam bangunan yang diidentifikasi, seperti: Alternaria, Aspergillus, Chaetomium, Cladosporium, dan Fusarium. Dari sekian banyak jamur, Stachybortrys chartarum termasuk yang harus diwaspadai. Pasalnya, jamur berwarna hitam ini beracun dan kerap terkait dengan sindrom rumah sakit.

Terlepas dari apa pun jenis dan bentuknya, kita harus mampu menghapusnya dari bangunan kita, termasuk ruang keluarga, kantor, juga garasi. Caranya pun mudah. Pertama, jangan menumpuk bahan organik di area bangunan dengan kelembaban tinggi. Termasuk bahan organik ini, antara lain: kertas, karton, dan kain.

Kedua, temukan kebocoran saluran air di bangunan kita dan segera perbaiki. Cara ketiga, pasang detektor kelembaban di bangunan kita. Perangkat ini membantu kita mengidentifikasi tingkat kelembaban di dalam ruangan dan melakukan tindakan yang diperlukan pada bangunan kita.

Keempat, jadwalkan perawatan saluran pipa secara berkala. Hal ini untuk menghindari tumbuhnya jamur di aliran pipa dan mencegah tingkat kerusakan di area berjamur. Selanjutnya, bila terdapat sejumlah kecil jamur, kita bisa menghilangkannya dengan bahan sederhana. Beberapa yang direkomendasikan, antara lain: pemutih, cuka, hidrogen peroksida, dan minyak pohon teh.

Pemutih, cuka, dan hidrogen peroksida sendiri dapat menghilangkan sedikit jamur dan lumut. Adapun minyak pohon teh dipilih lantaran dinilai lebih alami dan efektif. Cara menggunakannya pun tergolong mudah: semprot bahan-bahan tersebut ke area berjamur lalu lap dengan kain.

Cara terakhir, segera menghubungi spesialis remediasi jamur profesional bila bangunan kita terinfeksi jamur yang cukup serius.***

0 Comments

No Comment.