Meminimalisir Polusi Udara pada Ruangan dan Bangunan

Ilustrasi. (Foto: Chris LeBoutillier – Pexels)

Berbicara tentang pencemaran udara, sosok utama yang terkait dengan polusi tersebut adalah manusia. Mereka merupakan penyebab utama sekaligus terbesar dari fenomena pencemaran udara. Pun manusia pula yang merasakan dampak buruknya.

Penyebab pencemaran udara sendiri sangat variatif dengan spektrum yang lebar. Mulai dari pembakaran sampah, pembakaran kegiatan rumah tangga, kendaraan bermotor, hingga kegiatan industri merupakan sumber pencamaran udara di bumi. Umumnya, aktivitas tersebut menghasilkan asap dan debu.

Dampaknya pun jelas. Mulai dari kabut asap, hujan asam, hingga perubahan iklim dan penipisan lapisan ozon merupakan buah dari polusi udara. Fenomena ini tentunya menimbulkan ancaman yang serius bagi lingkungan dan kesehatan kita.

Sebagai contoh, di Inggris sendiri, polusi udara bertanggung jawab terhadap 32 ribu kematian setiap tahunnya dengan ribuan lainnya harus dirawat di rumah sakit. Umumnya, para korban mengalami penyakit gangguan pernapasan, seperti: Asma, Bronkitis, dan Emfisema. Meskipun demikian, ada juga dampak sampingan polusi udara ini, seperti: alergi, sakit kepala, infeksi telinga dan hidung, serta depresi yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh.

Berdampak Pada Ruangan
Meskipun polusi terjadi di udara bebas, tetapi dampaknya sangat besar terhadap ruangan di rumah dan gedung, khususnya di daerah perkotaan. Hal ini umumnya terjadi pada ruangan dengan ventilasi yang buruk. Konsentrasi polusi udara di dalamnya bisa mencapai 60 persen dan berresiko signifikan terhadap kesehatan manusia.

Bahan bangunan konvensional dan perabotan sendiri memancarkan formaldehida dan bahan kimia beracun lainnya. Adapun cat, pelarut, dan produk pembersih rumah tangga memancarkan senyawa organik yang mudah menguap. Sedangkan penggunaan kompor menyebabkan asap partikulat yang tidak sehat bagi manusia. Ancaman lainnya juga hadir dari polutan biologis seperti Tungau Debu dan Jamur yang berresiko terhadap penghuni bangunan.

Resiko di dalam bangunan ini membuat pemerintah di dunia untuk mengurangi polusi udara di daerahnya. Inggris misalnya yang telah berkomitmen untuk mengurangi polusi udara sejak kabut asap besar terjadi di London pada tahun 1952. Kejadian yang berlangsung selama 4 hari ini menewaskan 12 ribu orang.

The Clean Air Acts pada tahun 1956 dan 1968 juga mendorong pembatasan terhadap penggunaan bahan bakar batu bara. Ada juga kebijakan cerobong asap yang tinggi bagi industri agar mampu melepaskan polusi lebih tinggi ke atmosfir dan jauh dari perkotaan.

Komitmen tersebut juga turut diperkuat dengan Undang-Undang Lingkungan tahun 1995 yang mengarahkan kepada pengembangan Strategi Kualitas Udara Inggris. Peraturan tersebut menetapkan standar kualitas udara sekaligus menargetkan delapan polutan utama.

Selain itu, peraturan tersebut juga menyediakan kerangka kerja bagi pemerintah daerah, industri, dan bisnis agar tujuannya terpenuhi dalam konteks kebersihan udara. Dalam hal ini, pemerintah daerah bertanggung-jawab dalam menerapkan strategi dan sistem manajemen kualitas udara lokal, sehingga mampu mengatur polutan udara yang diidentifikasi di daerahnya masing-masing.

Kontribusi Kita
Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas udara di Indonesia? Salah satu caranya dengan mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil. Selain itu, kita juga dapat mengurangi konsumsi energi kita dengan memilih perangkat yang hemat energi. Bagaimana pun, keputusan ini berpeluang besar untuk mengurangi emisi yang menyebabkan polusi udara.

Pilih juga bahan bangunan ramah lingkungan, seperti: cat yang tidak beracun, memasang peralatan dan perangkat hemat energi, memprioritaskan teknologi terbarukan, serta mendaur-ulang produk. Usaha ini memiliki dampak positif pada kualitas udara di lingkungan kita.

Pergunakan juga moda transportasi berbahan-bakar bersih, seperti: mobil listrik, hibrid, atau bio-fuel. Bagaimana pun, emisi kendaraan merupakan sumber utama polusi di dunia. Kita juga bisa berkontribusi dengan memperluas zona hijau dengan memperbanyak pohon di sekitar bangunan kita.

Polusi udara merupakan salah satu masalah global utama yang berdampak besar pada kesehatan kita sebagai warga bumi. Sebelum terlambat, mari kita mencoba mengambil tindakan sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Bagaimana pun, langkah kecil kita saat ini bisa memberikan dampak yang baik bagi lingkungan.***

ed: yups

0 Comments

No Comment.