Perhatikan Ventilasinya untuk Tekan Risiko Penularan COVID19

Ilustrasi (Foto: Pexels)

Udara dalam ruangan memiliki risiko penularan COVID19 yang lebih tinggi dibandingkan luar ruangan. Hal ini disebabkan Aerosol yang lebih mampu bergerak bebas di udara dibandingkan droplet. Bahkan, Aerosol bervirus mampu menciptakan gelombang penyebaran wabah yang sangat masif berjuluk SuperSpreading.

Ini pula yang sedang dikampanyekan oleh situs Stopsuperspread.com. Dalam infografisnya, situs tersebut mendefinisikan Aerosol sebagai partikel yang sangat kecil dalam liur dan cairan pernafasan. Berbeda dengan droplet yang hanya jatuh dan menempel pada benda, Aerosol justru akan tertinggal di udara dalam durasi menit atau bahkan jam. Bahkan, Aerosol bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan mudah.

Aerosol penyandang COVID19 mengandung virus Corona dan rentan menular ke orang-orang yang terdapat dalam satu ruangan. Seperti asap rokok, Aerosol bisa melanglang buana di udara lebih dengan jarak yang lebih panjang dari dua meter.

Setidaknya, ada 5 faktor yang mempengaruhi tingkat infeksi COVID19 lewat Aerosol, yaitu:

  • Dosis Aerosol dalam udara. Semakin banyak menghirup aerosol terinfeksi, maka semakin tinggi resiko penularan COVID19.
  • Kedekatan. Menjaga jarak antara kita dan penyandang COVID19 membantu menekan infeksi penyakit ini.
  • Durasi. Semakin lama kita berdiam di tempat dengan aerosol terinfeksi, maka semakin mudah aerosol tersebut kita hirup.
  • Vokalisasi. Jumlah aerosol di udara akan semakin banyak bila kita berbicara, tertawa, berteriak, dan bernyanyi.
  • Refrigerasi. Aerosol terinfeksi lebih mampu bertahan di udara yang lebih dingin.

Lalu, bagaimana caranya untuk memastikan udara di sekitar kita bebas dari infeksi COVID19? StopSuperspread.com menawarkan tiga langkah yang perlu kita ikuti. Ketiganya dipaparkan sebagai berikut.

Pencegahan

Langkah ini berusaha untuk menekan jumlah aerosol yang terinfeksi di ruangan yang biasa kita huni. Ada empat cara yang perlu kita lakukan. Pertama, tetap di rumah, khususnya untuk orang-orang yang terkonfirmasi terinfeksi Virus Corona dan mereka yang memiliki kontak erat dengan penyandang COVID19.

Kedua, pergunakanlah masker, terutama ketika berinteraksi dengan orang lain. Masker membantu kita untuk menghalau aerosol menyebar di sebuah ruangan. Cara ketiga, batasi jumlah orang di ruangan. Selain memudahkan pembatasan jarak, lebih sedikit orang di ruangan juga menekan jumlah aerosol di udara.

Terakhir, batasi durasi keberadaan kita di ruangan yang memiliki risiko tinggi. Semakin lama kita berada di ruangan berjenis ini, semakin besar pula peluang kita terpapar COVID19. Termasuk dalam ruangan berisiko tinggi, antara lain: fasilitas publik dan area yang digunakan oleh banyak orang secara bergantian.

Ventilasi

Selanjutnya, alirkan lebih banyak udara dari luar ruang. Udara luar ruang menekan konsentrasi aerosol yang terinfeksi di udara di ruangan kita. Ada empat cara yang bisa kita lakukan. Pertama, buka pintu dan jendela agar lebih banyak udara dari luar bangunan masuk ke dalam.

Kedua, taruh kipas di jendela guna membantu aliran dan pasokan udara ke dalam ruangan. Sebagai catatan, salurkan udara ke seluruh ruangan dan jangan mengalirkannya secara langsung ke satu orang. Aliran udara yang langsung menghembus orang yang terinfeksi justru memperbesar peluang tingkat infeksi di dalam ruangan.

Cara selanjutnya, tingkatkan pasokan udara dari luar ruangan di sistem HVAC kita. Langkah ini turut mendorong pasokan udara segar ke dalam ruangan kita. Terakhir, pergunakan CO Meters untuk mengukur tingkat konsentrasi karbon dioksida di dalam ruangan. Jika konsentrasi karbon dioksida lebih tinggi dari 600 – 800 PPM, hal ini pertanda bahwa ruangan membutuhkan sistem ventilasi yang lebih baik.

Filtrasi

Langkah terakhir, saring udara untuk menekan partikel virus di udara. Hal ini bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, pasang penyaring dalam sistem HVAC di bangunan kita. Dalam hal ini, kita bisa menggunakan penyaring MERV13. Cara kedua, gunakan pembersih udara dengan penyaring HEPA. Dalam hal ini, hindari penyaring yang menghasilkan ozon.***

0 Comments

No Comment.