SARS-CoV-2 bisa menyebar melalui fomite?

Ilustrasi (Foto: frontiersin)

Kita memulai pendemi dengan data bahwa SARS-CoV-2 bisa menyebar melalui fomite, yaitu benda mati yang kemungkinan bisa menyebarkan virus, seperti meja, baju, tangga, dll. Maka disebarkanlah berita bahwa virus itu bisa hidup di berbagai permukaan sampai berhari-hari.
Dari situ kemudian dirumuskanlah berbagai strategi untuk membunuh virus di fomite: semua permukaan disemprot desinfektan, mobil harus masuk gerbang desinfektan, orang harus masuk ruangan desinfektan.
Tapi, kita lupa merumuskan pertanyaan yang paling penting: apakah penularan Covid-19 lewat fomite memang mungkin terjadi?
Okelah virus SARS-CoV-2 memang bisa hidup di berbagai fomite itu. Tetapi apakah virus di fomite akan benar-benar bisa menyebabkan penularan Covid-19?
Dulu jawaban kita sudah pasti: bisa. Sekarang?
Para ahli sudah punya waktu yang lebih panjang untuk berfikir. Dan ternyata jawabannya berbeda dengan keyakinan kita sebelumnya.
Mario Modelli dari Universita di Pavia, Italia, mengatakan dalam The Lancet:
“Temuan kami menunjukkan bahwa kontaminasi lingkungan yang menyebabkan penularan SARS-CoV-2 tidaklah mungkin (unlikely) terjadi dalam kondisi nyata, dengan syarat bahwa prosedur kebersihan standard dilaksanakan.”
“Our findings suggest that environmental contamination leading to SARS-CoV-2 transmission is unlikely to occur in real-life conditions, provided that standard cleaning procedures and precautions are enforced.”
Kontaminasi lingkungan yang dimaksud di atas adalah perpindahan virus dari pasien ke berbagai permukaan di sekitar pasien. Eksperimen tersebut dilakukan di sebuah rumah sakit.
Prosedur kebersihan standard yang dimaksud adalah disinfeksi permukaan sehari dua kali dengan cairan sodium hypochlorite dengan konsentrasi 0.1%, dan 0.5% setiap pergantian pasien. Yang dibersihkan adalah lantai dan beberapa permukaan lainnya di dalam ruang pasien, kamar mandi dan buffer zone. Sampel uji justru diambil di permukaan yang TIDAK dikenai oleh prosedur kebersihan standard itu.

Hasilnya?
Dari sampel yang diuji, tidak banyak permukaan yang memiliki positif Covid-19. Artinya, penyebaran virus di fomite, ternyata tidak seekstensif yang kita bayangkan sebelumnya.
Tim peneliti itu juga mencoba untuk membiakkan spesimen yang didapat dari swab permukaan itu. Ternyata, tidak ada sampel yang tumbuh. Artinya, virus yang diambil dari fomite, ternyata sudah tidak aktif lagi.
Silakan lihat lengkapnya di sini:
https://www.thelancet.com/journals/laninf/article/PIIS1473-3099(20)30678-2/fulltext
https://www.clinicalmicrobiologyandinfection.com/article/S1198-743X(20)30286-X/fulltext
https://www.journalofhospitalinfection.com/article/S0195-6701(20)30117-1/fulltext

0 Comments

No Comment.