Selamatkan Bumi via Listrik? Begini Caranya…

Ilustrasi (Foto: Myichael Tamburini – Pexel)

Penggunaan daya listrik berlebih tidak hanya meningkatkan pengeluaran, tetapi juga merusak lingkungan. Sebaliknya, bila kita mengkonsumsi lebih sedikit listrik, maka kita berpeluang mengurangi produksi asap beracun yang dilepaskan oleh pembangkit listrik. Dengan demikian, kita juga turut melestarikan sumber daya alam bumi dan melindungi ekosistemnya dari kehancuran.

Umumnya, listrik yang kita nikmati saat ini berasal dari pembangkit listrik di berbagai wilayah di Indonesia. Sebagian di antaranya berupa pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil, seperti: batu bara dan minyak bumi. Di samping listrik, pembangkit ini juga memproduksi asap yang dilepaskan ke atmosfir bumi.

Meski metode ini relatif murah, tetapi planet kita membayar harga yang mahal. Asap ini merupakan polutan yang mengandung karbon dioksida, sulfur diosikda, dan nitrogen oksida. Karbon dioksida sendiri merupakan gas yang paling banyak terkandung dalam sisa pembakaran pembangkit listrik tradisional ini. Senyawa ini memiliki karakter mampu menyerap panas matahari dan menyimpannya di dalam atmosfir kita.

Karakter Karbon Dioksida mirip dengan fungsi Rumah Kaca. Bangunan tersebut memang dibuat untuk memerangkap sinar matahari, terutama pada musim dingin. Kesamaan karakter inilah yang kemudian membuat Karbon Dioksida dijuluki juga Gas Rumah Kaca. Adapun dampak yang dihasilkannya disebut Efek Rumah Kaca.

Pada skala yang wajar, Karbon Dioksida membantu menjaga kehangatan bumi, sehingga memungkinkan makhluk hidup berkembang di dalamnya. Namun, pada jumlah yang berlebihan, Karbon Dioksida menahan lebih banyak panas matahari, sehingga meningkatkan suhu bumi sekaligus berakibat buruk pada tanah dan kehidupan di permukaannya.

Setidaknya, ada lima fenomena alam yang terjadi akibat Efek Rumah Kaca ini, yaitu: meningkatknya suhu, gelombang panas, dan kekeringan; naiknya permukaan laut; anomali pola cuaca; meningkatnya intensitas bencana alam, serta kabut asap dan hujan asam.

Dampak lainnya, pembangkit listrik dengan sumber bahan bakar fosil berpotensi meracuni air. Sebagai contohnya di Amerika. Pembangkit listrik berbahan bakar batur bara dilaporkan menjadi sumber polusi terbesar untuk air di negeri Paman Sam. Setiap tahunnya, pembangkit lisrik ini membuang miliaran ton limbah beracun yang menganduk arsenik, merkuri, dan timbal.

Hemat Listrik Sekarang Juga!
Perubahan kecil dalam konsumsi listrik kita bisa membuat perbedaan yang luar biasa bagi planet ini. Contoh sederhananya, bila setiap rumah tangga di Indonesia menukar lampu pijarnya ke CFL yang efisien, hal ini setara dengan mengurangi polusi 1,3 juta mobil di jalan raya.

Lalu, apa saja yang bisa kita lakukan untuk menghemat listrik dan menyelamatkan dunia? Berikut ini 5 langkah yang bisa kita lakukan untuk menekan efek rumah kaca di bumi.

  1. Maksimalkan fungsi ruangan agar sirkulasi udara bisa masuk lebih banyak. Kondisi ini mampu meminimalisir penggunaan pendingin ruangan, sehingga menghemat penggunaan listrik. Bila kondisi ruangan sudah terlanjur tertutup, maka pergunakanlah pendingin ruangan yang hemat energi.
  2. Perluas sumber cahaya matahari dengan memaksimalkan jendela dan ruang terbuka. Hal ini membantu ruangan tetap terang pada siang hari. Juga ganti lampu dengan versi yang lebih hemat energi, seperti LED. Bola lampu pijar menghasilkan lebih banyak panas. Mengganti jenis lampu kita mampu membuat ruangan lebih sejuk dan terang.
  3. Gantunglah tirai atau kerai kayu dan lapisi bagian dalamnnya dengan alumunium foil. Hal ini dilakukan untuk mengganti seng atau kaca yang cenderung memantulkan panas.
  4. Cabutlah peralatan elektronik dan pengisi daya bila kita tidak menggunakannya. Caranya pun mudah, tinggal menyambungkan perangkat elektronik ke soket ekstensi. Untuk mematikannya, cukup matikan satu sakelar pada soket tersebut.
  5. Pergunakanlah sumber energi listrik alternatif dan terbarukan. Bila kita berada di daerah tropis dan disinari cahaya matahari berlimpah, kita bisa memilih panel listrik tenaga surya sebagai sumber listrik kita. Atau bila di daerah kita berlimpah angin, kita bisa juga menggunakan turbin listrik berskala kecil.***

ed: yups

0 Comments

No Comment.